Cara Menghindarkan Diri
Dari Perbuatan dosa Menurut Islam
– sahabat pernahkah anda berfikir bagaimanacara mudah untuk menghindari diri
kita dari perbatan dosa ?
Peda
kesempatan kali ini penulis akan berbagi pengetahuan yang penulis dapat pada suatu pengajian bersama Ustadz Khalid Basalamah, beliau menjelaskan kepada kita bahwa
ternyata menghindarkan diri dari dosa atau maksiat itu sangat mudah atau
simpel, yakni dengan cara menyempatkan
diri selama 2 menit untuk pencari tahu ancaman
apa yang Allah telah persiapkan untuk perbuatan dosa
tersebut.
Oleh karna itu mari kita praktekan anjuran dari Ustadz Khalid Basalamah, mari kita chari tahu ancaman apa sih yang Allah Janjikan dari perbuatan dosa seperti :
- Ancaman Allah kepada orang yang menyekutukan Allah
Musryik atau orang yg menyekutukan Allah
dengan sesuatu yg lain itu akan diancam dan dikutuk Allah dengan diberikan
hukuman dan sanksi yang sangat berat firman
Allah An Nisaa' ayat 48 :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن
يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ
فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨
Artinya
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala
dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang
besar
- Ancaman Allah kepada orang yang Durhaka
Dalam sebuah hadits yakni Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah
Radhiyallahu ‘anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga
kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ‘Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi.
“Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan
saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian
palsu”, sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam” [Hadits Riwayat Bukhari
3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]
- Ancaman Allah kepada orang yang Berzinah
Dalam kitab Zabur tertulis,
"Sesungguhnya para pezina itu akan digantung pada kemaluan mereka di
neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi...”
Allah pun Berfirman
وَلَا
تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢
Artinya
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. Dan suatu jalan yang buruk
Sahabat dalam firman mendekatinyapun sudah
dilarang apalagi berbuatnya, bahkan Para
ulama berkata, “Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan dan laki-laki yang
masih bujang, belum menikah di dunia. Jika sudah menikah walaupun baru sekali
seumur hidup, maka hukuman bagi keduanya adalah dirajam dengan bebatuan sampai
mati. Demikian pula telah ternaskan dalam hadits dari Nabi bahwasanya jika
hukuman qishash ini belum dilaksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya mati
dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa zina itu, niscaya keduanya akan diadzab
di neraka dengan cambuk api.
- Ancaman Allah kepada orang yang Berdusta
Berdusta atau berbohong
salah satu sifat yang sangat buruk dan dicela dalam pandangan syariat, akal dan
fitrah yang lurus. Allah telah mengharamkannya dalam semua risalah samawiyah.
Allah juga mencela perbuatan dusta dan para pelakunya dalam banyak ayat. Mereka
diancam dengan siksa yang sangat berat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala
berfirman,
وَلَا
تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلۡسِنَتُكُمُ ٱلۡكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٞ وَهَٰذَا
حَرَامٞ لِّتَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ
عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ١١٦
Artinya
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu
secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan
kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan
kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung
Demikian lah hasil kita dari memperaktikan apa
yang telah Ustadz Khalid
Basalamah anjurkan kepada kita, semoga apa yang telah kita pelajari ini bisa
bermanfaat untuk kita dan di ridhoi oleh allah, aamiin.....
Komentar
Posting Komentar