Pengertian dan Asal Kata Shalat Dalam Bahasa Arab – Sahabat salah satu
ibadah di antara beberapa ibadah yg
diperintahkan Allah bagi umat Islam adalah menjalankan ibadah Sholat. Nahh oleh
karna itu ada sebuah pertanyaan yakni ”Apa yang dimaksud dengan sholat ?” pada kesempatan kali ini ayo kita bahas apa
sih pengertian shalat, dan asal katanya tuh seperti apa, ayoo kita bahas.
Pengertian Sholat Menurut Ilmu Fiqh Kata Sholat (صلاة) berasal dari bahasa Arab yg
diartikan secara harfiah dengan doa. Contoh dalam kalimat yg tercantum
dalam sebuah ayat al-Quran QS. At-Taubah ayat ke 103:
خُذۡ
مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ
عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٠٣
Artinya : Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu
(menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui
Nah....
demikian arti kata shalat dalam bahasa arab, oke biar lebih mantap mari kiata
lanjut lagi pembahasannya sobat.....
Menurut terminologi ilmu fiqh sholat, salat (الصلاة)
diterjemahkan sebagai serangkaian kegiatan ibadah khusus atau
tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam
(سلام). Ibadah khusus yg dimaksud antara lain seperti dijelaskan oleh
Hadis Rasulullah SAW yg diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim:
Shollu kama
ro~aitumu~ni Usholliy: Sholatlah Kalian (dengan cara) Seperti kalian melihat
aku (Rasulullah) mengerjakan sholat.
Sholat yang
dicontohkan Rasulullah seperti sholat wajib 5 waktu (Sholat fardu):
sholat subuh صلاة الفجر , sholat zuhur, صلاة الظُهر , sholat ashar صلاة
العصر , sholat magrib صلاة المغرب, dan sholat صلاة العِشاء,
dan beberapa sholat sunnah lainnya: sholat rawatib, sholat tahajjud,
sholat taubah, sholat tarawih, sholat witir, dll. (Anjuran:
Silahkan perdalam pembahasan dalam beberapa kitab fiqh sholat tentang
Jenis-Jenis Sholat Wajib dan Sholat Sunnah) Sholat Dalam ajaran Islam termasuk rukun
Islam (أركان الإسلا) yang menempati urutan ke-2 setelah syahadat dan
menjadi kewajiban ibadah yg wajib dijalankan oleh umat Islam Pengertian
Sholat Menurut Al-Qur`an dan Hukum Sholat Kata Sholat di dalam
beberapa ayat al-Qur`an mengandung makna perintah mendirikan sholat dan
biasanya didahului dengan lafaz kata kerja perintah (fi`il Amr) yang ditujukan
(khithab) untuk orang banyak seperti: “Aqiimush-shalata: Dirikanlah
Sholat (Kamu Sekalian) ” atau dengan kata kerja (fi`il amar) yg ditujukan (khithab)
untuk 1 orang seperti: “Aqimish-shalata: Dirikanlah Sholat“. Menurut
hukum syariat Islam, lapaz perintah mendirikan sholat dengan kalimat Dirikanlah
Sholat mengandung pengertian sebagai penetapan hukum wajib sholat.
Untuk mendalami kata sholat menurut al-Quran dengan makna “Aqiimush-shalata”
dapat anda telusuri melalui beberapa surah di bawah ini:
- Al-Baqarah ayat 43, 83 dan110
- Surat An-Nisa ayat 177 dan 103
- Surat Al-An`am ayat 72
- Surat Yunus ayat 87
- Surat Al-Hajj: 78
- Surat An-Nuur ayat 56
- Surat Luqman ayat 31
- Surat Al-Mujadalah ayat 13
- Surat Al-Muzzammil ayat 20.
Untuk mendalami kata sholat menurut al-Quran dengan
makna “Aqimish-shalata” dapat anda telusuri melalui 5 surah di bawah
ini:
- Surat Huud ayat 114
- Surat Al-Isra` ayat 78
- Surat Thaha ayat 14
- Surat Al-Ankabut ayat 45
- Surat Luqman ayat 17.
Sejarah Ibadah Sholat:
Menurut
Pendapat Jumhur Ulama: Hukum wajib
mendirikan sholat fardu 5 waktu dalam sehari semalam ditetapkan setelah
Rasulullah melakukan Isra` dan Mi`raj yg terjadi pada tanggal 27 Rajab
sekitar tahun ke-5 sebelum peristiwa hijrah Nabi ke Kota Madinah. Pada saat Mi`raj
tsb, Nabi dan umat Islam difardukan dengan 50 sholat dalam tiap sehari semalam,
namun dengan ketentuan Allah, menjadi 5 kali dalam tiap sehari semalam.
Penjelasan tentang hal ini telah disampaikan dalam
hadis Nabi yg diriwayatkan oleh Ahmad yang disahihkan oleh At-Tarmizy:
Dari Anas
bin Malik ra: Telah difardhukan kepada Nabi SAW shalat pada malam beliau
diisra`kan 50 shalat. Kemudian dikurangi hingga tinggal 5 shalat saja. Lalu
diserukan, “Wahai Muhammad, perkataan itu tidak akan tergantikan. Dan dengan
lima shalat ini sama bagi mu dengan 50 kali shalat.
Menurut
sebagain pengikut pendapat mazhab Al-Hanafiyah: malam isra` 27 rajab
tersebut bukan 5 tahun sebelum hijrah, melainkan pada tanggal 17 Ramadhan 1, 5
tahun sebelum hijrah nabi.
Menurut
riwayat lainnya, sebelum peristiwa bersejarah Isra` dan Mi`raj Nabi Muhammad
tersebut, Nabi dan
para sahabat sudah menjalankan sholat, namun belum mengikuti ketentuan
wajib 5 waktu atau tidak sama seperti sholat yang telah disyariatkan sekarang
ini.
Komentar
Posting Komentar