Tata Cara Serta Keutamaan Shalat Witir



Tata Cara Serta Keutamaan Shalat Witir – sahabat pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang shalat witir. Witir atau dalam artian Ganjil, maka dari itu Shalat witir dikerjakan dengan jumlah raka'at yang ganjil yaitu mulai dari 1 rakaat, 3, 5, 7, 9 sampai 11 raka’at dalam 1 malam. Shalat Witir sendiri adalah Shalat sunnah yang dilaksanakan pada waktu isya' sampai menjelang waktu shalat shubuh.
Tahukah sahabat bahwa shalat witir ini selalu di lakukan oleh nabi kita yakni nabi Muhammad SAW dan shalat witir pun berkedudukan sebagai shalat sunnah muakkadah. Dan tahukah sahabat bahwa nabi SAW lebih menganjurkan kepada kita bahwa shalat witir akan lebih baik apa bila dikarjakan setelah shalat tahajud. Adapun keutamaan shalat witir ialah shalat ini adalah sunnah yang dicintai oleh Allah, dan sebagai tambahan shalat kita pada hari itu .

Oke.. langsung ke pokok pembahasan yakni Tata Cara Shalat Witir

Dalam tata cara Shalat witir tidak jauh berbeda dengan Shalat sunnah pada umumnya, misalnya saja Shalat tahajud atau shalat dhuha yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika sahabat ingin melaksanakan Shalat witir 5 rakaat maka melaksanakannya dengan cara 2 kali 2 rakaat kemudian disambung 1 rakaat, begitu pun jika ingin 7 rakaat maka 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat dan setelah itu 1 rakaat tidak boleh langsung sekaligus. Berikut ini cara melaksanakan Shalat witir.

1.    Niat Shalat witir

Berikut ini merupakan Niat Shalat Witir dengan 2 Raka'at dan 1 rakaat beserta artinya.
Niat Shalat witir 2 rakaat
"USHALLI SUNNATAL WITRI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA".
Yang artinya :
"Niat Shalat Sunah Witir Dua Raka’at karena Allah SWT Ta'alaa".
 Sedangkan niat Shalat witir 1 rakaat sebagai berikut.
"USHALLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN LILLAAHI TA’AALAA".
Yang artinya:
"Niat Shalat Sunah Witir Satu Raka'at Karena Allah Ta'alaa".
Namun apabila Shalat dilakukan dengan cara berjemaah dan menjadi makmum maka dalam niat ditambah makmuman atau ma'mum.

2.    Membaca bacaan Al-fatihah

Sebagaimana Shalat pada umumnya, Al-fatihah merupakan surah yang wajib dibaca. Setelah membaca surah Al fatihah pada rakaat pertama bisa membaca Surat Al-A'la dan pada rakaat kedua membaca Al Kafirun. Setelah membaca surat pendek dilanjutkan dengan sebagaimana Shalat pada umumnya.

3.    Salam

4.    Shalat witir 1 rakaat

Setelah salam maka disambung lagi dengan Shalat witir yang 1 rakaat dengan niat seperti diatas, dilanjutkan dengan membaca Al fatihah dan sambung dengan 3 surat sekaligus yaitu Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas. Lalu akhiri dengan salam. Dan, perlu diketahui bahwa 3 surat itu tidak mutlak harus dibaca boleh saja diganti dengan surat lain, tetapi dianjurkan membacanya. Karena pada dasarnya islam tidak pernah menyulitkan kita untuk beribadah.
Setelah shalat witir selesai dilanjut dengan membaca soa setelah witri
اَللهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ، اَللهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

allahumma innaa nas'aluka iimaanan daa'iman, wanas'aluka qalban khaasyi'an, wanas'aluka 'ilman naafi'an, wanas'aluka yaqiinan shaadiqon, wanas'aluka 'amalan shaalihan, wanas'aluka diinan qayyiman, wanas'aluka khairan katsiiran, wanas'alukal 'afwa wal'aafiyata, wanas'aluka tamaamal 'aafiyati, wanas'alukasy syukra 'alal 'aafiyati, wanas'alukal ghinaa'a 'aninnaasi. allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu'anaa watadhorru'anaa wata'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiina. washallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa'alaa aalihi washahbihi ajma'iina, walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiina.

Artinya :
Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Ya Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.

Sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat dan di ridhoi oleh Allah SWT aamiin.

Komentar